Senin, 17 Agustus 2015

Alasan Mengapa Tidak Dapat Menatap Seseorang Atau Lawan Bicara

Kali ini saya akan sedikit membahas mengenai 
kenapa ada orang yang bila diajak bicara selalu matanya kemana-mana dan cenderung ga fokus?
Menurut saya banyak faktor yang bisa terjadi demikian :

1. Trauma masa lalu / masa kecilnya. Anak kecil dimarahin kalo ngeliatin orang yang marahinnya "kamu kalo dibilangin nunduk kek apa kek,ini liatin terus. mau ngelawan kamu? kecil aja udah kayak gini gedenya mau jadi apa?" wkakaka (curhat)

2. Punya rasa gak PD. Mungkin seseorang yang seperti ini dia memiliki rasa percaya diri yang kurang bila ia menemui sesuatu yang menurutnya "aduh...matilah saya,ini bukan level saya" maksudnya,saya gak sebanding dengannya karna dia lebih dari saya.

3. Minder yang berlebihan (minder akut)

4. Pemalu akut, dll..

Sebenarnya ini bisa dibilang kekurangannya atau kelebihan.
Kekurangannya :
1. Selalu dijadikan bahan ejekan teman-teman yang mengetahui ini
2. Dianggap tidak menghargai oranglain yang sedang mengajak bicara kita
3. Dihantui rasa takut dan selalu menghindar
4. Sombong

Kelebihannya :
1. Tidak gampang terhipnotis. Kenapa? Kalo ada orang baru yang ajak ngobrol biasanya diliatin dengan seksama. Ini kan enggak, pandangannya kepecah kemana-mana .

(Dibanding kekurangan dan kelebihan. Banyakan kekurangannya) hehehe...

Bagaimana kalo mau interview kerja atau persentasi didepan kelas? Kan dilihat teman-teman banyak dan dosen juga. Sebenarnya kelas itu adalah wadah kita untuk belajar, salah benar , malu-maluin, serius, bercanda. Disitu tempatnya. Namun ketika keluar dari kelas atau lulus dari tempat kita mencari ilmu, kita tidak boleh salah. Persentasi didepan kelas terlalu sering, bisa membantu "penyakit" seperti ini agar berangsur-angsur bisa terbiasa dengan sendirinya.
Sering-seringlah bergaul dengan orang yang berbeda tentu hal yang positif. Agar terbiasa berinteraksi dengan orang yang berbeda dan kita memiliki pengalaman menganalisa karakter orang tersebut, mungkin aja sebenarnya lawan bicara sama dengan kita sama-sama takut natap , tetapi kita kalah duluan liat-liatannya jadi jatuhnya kita yang nunduk terus. hahaha... (iki sing parah banget)

Sebenarnya gak baik punya kekurangan yang seperti ini, ada baiknya biasakanlah berbicara dengan orang-orang terdekat agar tujuannya melatih. Gak perlu liat matanya, lihatlah dahinya. Fokuslah disitu (ketok serius sitik). atau kalo udah akut banget, mending ke psikolog, mungkin bisa sedikit membantu menganalisa kenapa terjadi hal yang demikian.

Bukan curhat. Tapi hanya berbagi pengalaman.
Mungkin bagi oranglain yang melihat kelebihan dan kekurangan saya hanya mereka yang bisa menilai. Baik buruknya saya. Tapi yang paling terasa dan sangat terasa bagi saya pribadi yaitu, gak bisa menatap atau melihat seseorang atau lawan bicara. Bahkan kadang saya lebih milih duduk disebelahnya daripada duduk didepannya. Gak nyaman sangat gak nyaman, bahkan ngerasa gak enak sendiri kalo diajak ngobrol tapi saya keliat gak fokus. Padahal demi tuhan saya dengerin dengan baik walaupun ngeliat kemana-mana.
Pengalaman waktu SD. Sama sekali ga bisa ngeliat seseorang bahkan cenderung saya ngehindar.bener-bener gak bisa, gak berani. Sering banget diejek temen-temen. Kadang saya berfikir. Apa yang salah sama saya?
SMP dan SMA. Masih juga lumayan sama. Dan ketika kuliah, sedikit bisa. Bahkan sekarang kalo ngeliat orang ngobrol katanya 

"kok tatapanmu mesum?" , "bahaya, tatapane menggoda gitu" , "kamu kalo ngeliat gitu kaya orang pengen sesuatu" , "fan! kamu liat apa sih sampe kaya gitu?". 

serba salah kan? padahal saya belajar saat jadi kiper futsal. fokus sama lawan yang mau masukin bola. tapi dikatainnya begitu, kan apa banget =.=
Mereka gak tau perjuangan saya biar bisa ngeliat oranglain saat papasan atau ada yang ngajak ngobrol, biar ga kaya orang buta. yang ngajak ngobrol siapa ngeliatnya kemana.
Tapi saya medheni kalo lagi marah, bisa melotot dan murka sejadi-jadinya.

Sebenernya tergantung sama siapa yang saya ajak bicara. Hampir sekarang saya meladeni mereka yang ngajak saya bicara. Mungkin ada beberapa orang yang masih saya hindari kalo ngobrol mesti kayak gini. Jurus menghindar kadang perlu digunain =)) cobain aja kalo ketemu nanti. Bercanda....

Nice too See You...Next week, month, year... !


Minggu, 16 Agustus 2015

Diamku

Aku kehilangan
Aku terpuruk
Aku jatuh
Aku tertusuk
Aku tersentak
Aku termenung
Aku kehilangan
Aku bodoh
Aku terhanyut
Aku sirna
Aku sadar..
Ya aku tersadar

Aku, aku, aku dan kamu telah pergi
Aku diamku
Aku bahagiaku
Aku senyumku
Aku tatapanku
Aku diriku
Aku sayangku
Aku cintaku
Aku jiwaku
Aku kekasihmu

Bahkan aku bahagia melihatmu dari jauh tanpa berkata apapun

Namun setelah aku tahu
Kamu pergi
Kamu diam
Kamu tetap diam
Kamu tuli
Kamu buta
Kamu, kamu, kamu segalanya bagiku
Kamu bukan siapa-siapa untukku
Kamu meninggalkan kenangan tanpa sepatah kata

Aku bukanlah penyair, puisi dsb..
Aku bungkamku
Aku airmataku
Aku kehilanganmu
Aku merindukanmu
Aku diamku
Aku perasaanku
Aku malamku
Diamku, Agustusku malam ini adalah saksiku aku menangisimu
Aku gundahku
Aku kehilanganmu wahai kawanku
Aku tersadar
Aku tidak ingin mengganggumu
Aku tahu
Aku diam
Kamu adalah emasku dan kamu sangat berarti bagiku
Aku menyerah
Aku terdiam
Aku menerima
Selamat tinggal kawanku

Kamu yang pernah ada dalam hidupku
Kamu masalaluku
Kamu orang yang ingin aku temui
Kamu, ya kamu...
Kamu sangat berarti bagiku
Semoga sukses dan bahagia dengan jalanmu bahkan jalanku

Fotomu. Pudar.
Aku melupakannya
Aku sakit
Aku jatuh
Aku bahkan lebih buruk dari itu
Allahku, Tuhanku..
Bahkan
Gantungan kunci adalah saksiku, hidupku dan ceritaku...

Selasa, 08 Juli 2014

TRIMURTI



http://3.bp.blogspot.com/-Xayh4Q6cWKk/UF8zPftmGPI/AAAAAAAAB5g/eAhTUmmAElQ/s1600/trimurti1.jpg 
Trimurti adalah tiga kekuatan Brahman (Sang Hyang Widhi) (sebutan Tuhan dalam agama Hindu) dalam menciptakan, memelihara, melebur alam beserta isinya.

 TRIMURTI terdiri dari 3, yaitu :


http://3.bp.blogspot.com/-PEgo93y1bVY/UfjAC7W2T6I/AAAAAAAAA0A/nmgiyaJPd6U/s1600/SARASVATI+DEVI.jpg
DEWI SARASWATI DEWA BRAHMA

 Fungsi:     Pencipta / Upathi
 Sakti:        Dewi Saraswati  (Dewi Ilmu Pengetahuan)
 Senjata:    Busur, Gada
 Wahana:   Angsa
 Simbol:     A
 Warna:     Merah

Kisah Kelahiran Brahma
Dalam Manusmrti (Manavadharmasastra) buku I sloka 9 disebutkan:
"Tad andam abhavad haiman,
Sahasramsusamaprabham,
tasmin jajna svayam brahma,
sarva loka pita maha"
yang memiliki arti bebas: Benih menjadi telur alam semesta yang Maha Suci, cemerlang laksana jutaan sinar. Dari dalam telur itu Ia menjadikan dirinya sendiri menjadi Brahma, pencipta cikal bakal jagat raya ini.
Brahma dianggap sebagai perwujudan dari Brahman, jiwa tertinggi yang abadi dan muncul dengan sendirinya.
Menurut Kitab Satapatha Brahmana, disebutkan bahwa Dewa Brahma yang menciptakan, menempatkan, dan memberi tugas dewa-dewi lainnya.
Sedangkan dalam kitab Mahabharata dan Purana, dikatakan bahwa Dewa Brahma merupakan leluhur dunia yang muncul dari pusar Dewa Wisnu, sebagai pencipta dunia Brahma dikenal dengan nama Hiranyagarbha atau Prajapati.

Karakteristik Dewa Brahma
Dewa Brahma digambarkan sebagai sosok dewa dengan empat muka yang menghadap ke empat penjuru arah mata angin (Caturmukha Brahma) yang melambangkan kekuasaan terhadap Catur Weda, Catur Yuga (empat siklus waktu), Catur Warna (empat pembagian masyarakat berdasarkan keterampilan). Beliau dilukiskan sebagai seorang pria tua dengan janggut putih yang memiliki makna leluhur dari seluruh jagat raya, memiliki empat tangan yang memegang alat-alat seperti:
  1. Aksamala/tasbih : simbol tiada awal dan tiada akhir.
  2. Sruk (sendok besar), dan Surva(sendok biasa) simbol dari upacara yadnya.
  3. Kamandalu/kendi simbol dari keabadian.
  4. Pustaka yang merupakan simbol dari Ilmu Pengetahuan.
Beliau berwahana Hamsa (Angsa) putih yang merupakan simbolisasi dari kebijaksanaan, dan kemampuan memilah baik dan buruk. Terkadang beliau juga digambarkan sedang duduk dalam keadaan meditasi diatas bunga Padma (lotus) Merah yang merupakan lambang Kesucian lahir bathin.
Dewa Brahma disandingkan dengan Dewi Saraswati sebagai dewi Ilmu Pengetahuan. Hal ini merupakan sebuah makna tersirat bahwa suatu penciptaan atau suatu karya tanpa landasan ilmu pengetahuan adalah sia-sia.

Dewa Brahma di Bali
Dalam kehidupan beragama Hindu di Bali, dewa Brahma tidak pernah bisa dilepaskan dari nafas berkeagamaan di Bali.Penggambaran Dewa Brahma di masyarakat Hindu Bali tidak jauh berbeda dengan penggambarannya di India. Dalam kepercayaan di Bali Dewa Brahma diyakini sebagai Dewanya Dapur, Penguasa dan pelindung arah Selatan, bersenjatakan Gada, berwahana Angsa, memiliki Sakti Dewi Saraswati, atribut serba merah,
Dalam Pemujaan dilingkungan desa adat, beliau dipuja di sebuah pura yang bernama Pura Desa atau Pura Bale Agung, yang mana dalam pura ini akan ada bangunan yang terbuat dari batu bata sebagai penghormatan kehadapan beliau. Sedangkan secara regional Bali, pemujaan Dewa Brahma berada di Pura Luhur Andakasa.

Mantram
Mantram atau doa pujian yang ditujukan kehadapan Dewa Brahma sebagai Sang Pencipta disebut Brahma Stawa
  1. OM NAMASTE BHAGAWAN AGNI, NAMASTE BHAGAWAN HARI, NAMASTE BHAGAWAN ISA, SARWA BHAKSA HUTASANA
  2. TRI WARNA BHAGAWAN AGNI, BRAHMA WISNU MAHESWARAH, SANTIKAM PAUSTIKAM SIWA,RAKSANAM CABHICARIKAM
  3. ANUJNANAM KRTAM LOKE, SAUBHAGAM PRIYA DARSANAM, YAT KINCIT SARWA KARYANAM, SIDDHIR EVA NA SAMSAYAH
  4. OM BRAHMA PRAJAPATIH SRESTHAH, SVAYAMBHUR VARADO GURUH, PADMAYONIS CATUR VAKTRO, BRAHMA SAKALAM UCYATE
  5. NAMOSTU BHAGAWAN AGNI, SARVOKTEMA HUTASANA, VAJRA SARA MAHA SARA, DIPTO GNIH JVALANAS TATHA
  6. SARVA PAPA PRASAMANAM , HIRANYAGARBHA SAMBHAWAM, LOKANAM CA SARIRAN CA, SUKHAM AGNIH PRAM UCYATE.
 Artinya:
  1. Sembah padamu Dewa Agni, Sembah padamu Dewa Hari, sembah padamu Dewa Isa, yang menyaksikan segala jenis pengorbanan.
  2. Dewa Agni memiliki tiga penampilan, Brahma , Wisnu dan Maheswara , penyebab ketenangan, makanan dan perlindungan
  3. Perkenannya dihasilkan di dunia, peruntungan bagus, menyenangkan sekali untuk dilihat, perbuatan apapun akan berhasil tanpa suatu keraguan.
  4. Dewa Brahma dewa segala mahkluk, Dia yang paling mulia, dia yang memberikan anugrah pada Guru, dia yang dilahirkan dari Bunga Teratai, yang berwajah empat, demikianlah Brahman yang sempurna .
  5. Dewa Agni peredam segala kejahatan, yang lahir dari benih keemasan, badan dari alam semesta, dan merupakan kebahagiaan yang tertinggi.
 Putra-Putri Dewa Brahma
  • Marici, Angirasa, Atri, Pulastya, Pulaha , dan Kratu lahir dari Pikiran Dewa Brahma.
  • Dhata dan Vidhata
  • Prajapati Daksa lahir dari jari kaki kanan Dewa Brahma.
  • Svayambhu Manu
  • Kandarpa/Kamadewa Dewa Asmara yang lahir dari ego Dewa Brahma.
  • Bhrgu lahir dari api pemujaan Brahma.
  • Madhuka dan Golika
  • Jambavan terlahir dari Keringat Dewa Brahma
  • Sanaka
Siklus Dewa Brahma
Brahma hidup selama seratus tahun Kalpa. Satu tahun Kalpa sama dengan 3.110.400.000.000 tahun. Setelah seratus tahun Kalpa, maka Dewa Siwa sebagai Dewa pelebur mengambil perannya untuk melebur alam semesta beserta isinya untuk dikembalikan ke asalnya. Setelah itu, Brahma sebagai pencipta tutup usia, dan alam semesta bisa diciptakan kembali oleh kehendak Tuhan.

 Nama Lain Dewa Brahma
  • ATMABHU = Dia yang lahir sesuai keinginannya.
  • SURAJYESTHA = yang berwujud mendahului seluruh Dewata
  • PARAMESTHIN = Dia yang tinggal dalam dunia kebenaran.
  • PITAMAHA = Kakek moyang seluruh arwah.
  • HIRANYAGARBHA = telur keemasan.
  • LOKESA = Penguasa Alam
  • `SVAYAMBHU = Melahirkan dirinya sendiri.
  • CATURANANA/CATURMUKHA = Memiliki empat wajah.
  • ABJAYONI = Lahir dari Bunga Teratai.
  • DRUHINA = yang membunuh segala macam Raksasa (kejahatan).
  • VIRANCI = Sang Pencipta.
  • KAMALASANA = yang duduk diatas Bunga Teratai.
  • SRSTA = yang menciptakan.
  • PRAJAPATIH = Penguasa semua Mahkluk.
  • VIDHATA = yang menjadikan segala sesuatu.
  • VISVASRT = Dia yang menciptakan dunia.
  • VIDHI = Dia yang menciptakan dan mengadili.
  • NABHIJANMA= yang lahir dari pusar Wisnu.
  • ANDAJA = yang muncul dari Telur.
  • HAMSAVAHANA = yang mengendarai Angsa.
  • AGNI = Sang Api.
  • VISVAKARMA = Arsitek Alam Semesta.
http://1.bp.blogspot.com/-9t4ROcyG6oU/UDiYLHqB8uI/AAAAAAAAnfs/Rvvi-b6P9pM/s1600/vishnu_PY30_l.jpg
DEWA WISNU DEWI LAKSMI

 Nama Lain: Narayana
 Fungsi:        Pemelihara / Sthiti
 Sakti:           Dewi Laksmi atau Sri
 Senjata:      Cakra Sudarsana
 Planet:        Waikunta
 Wahana:     Garuda
 Mantra:      Om Namo Narayanaya
 Simbol:       U
 Warna:       Hitam
Dalam filsafat Hindu Waisnawa, Ia dipandang sebagai roh suci sekaligus dewa yang tertinggi. Dalam filsafat Adwaita Wedanta dan tradisi Hindu umumnya, Dewa Wisnu dipandang sebagai salah satu manifestasi Brahman dan enggan untuk dipuja sebagai Tuhan tersendiri yang menyaingi atau sederajat dengan Brahman.

Wujud Dewa Wisnu
Dalam Purana, dan selayaknya penggambaran umum, Dewa Wisnu dilukiskan sebagai dewa yang berkulit hitam-kebiruan atau biru gelap; berlengan empat, masing-masing memegang: gada, lotus, sangkala, dan chakra. Yang paling identik dengan Wisnu adalah senjata cakra dan kulitnya yang berwarna biru gelap. Dalam filsafat Waisnawa, Wisnu disebutkan memiliki wujud yang berbeda-beda atau memiliki aspek-aspek tertentu.
Dalam filsafat Waisnawa, Wisnu memiliki enam sifat ketuhanan:
  • Jñāna: mengetahui segala sesuatu yang terjadi di alam semesta
  • Aishvarya: maha kuasa, tak ada yang dapat mengaturnya
  • Shakti: memiliki kekuatan untuk membuat yang tak mungkin menjadi mungkin
  • Bala: maha kuat, mampu menopang segalanya tanpa merasa lelah
  • Virya: kekuatan rohani sebagai roh suci dalam semua makhluk
  • Tèjas: memberi cahaya spiritualnya kepada semua makhluk
Penggambaran Dewa Wisnu
Dalam Purana, Wisnu disebutkan bersifat gaib dan berada dimana-mana. Untuk memudahkan penghayatan terhadapnya, maka simbol-simbol dan atribut tertentu dipilih sesuai dengan karakternya, dan diwujudkan dalam bentuk lukisan, pahatan, dan arca. Dewa Wisnu digambarkan sebagai berikut:
  • Seorang pria yang berlengan empat. Berlengan empat melambangkan segala kekuasaanya dan segala kekuatannya untuk mengisi seluruh alam semesta.
  • Kulitnya berwarna biru gelap, atau seperti warna langit. Warna biru melambangkan kekuatan yang tiada batas, seperti warna biru pada langit abadi atau lautan abadi tanpa batas.
  • Di dadanya terdapat simbol kaki Resi Brigu.
  • Juga terdapat simbol srivatsa di dadanya, simbol Dewi Laksmi, pasangannya.
  • Pada lehernya, terdapat permata Kaustubha dan kalung dari rangkaian bunga
  • Memakai mahkota, melambangkan kuasa seorang pemimpin
  • Memakai sepasang giwang, melambangkan dua hal yang selalu bertentangan dalam penciptaan, seperti: kebijakan dan kebodohan, kesedihan dan kebahagiaan, kenikmatan dan kesakitan.
  • Beristirahat dengan ranjang Ananta Sesa, ular suci.
 Wisnu sering dilukiskan memegang empat benda yang selalu melekat dengannya, yakni:
  • Terompet kulit kerang atau Shankhya, bernama "Panchajanya", dipegang oleh tangan kiri atas, simbol kreativitas. Panchajanya melambangkan lima elemen penyusun alam semesta dalam agama Hindu, yakni: air, tanah, api, udara, dan ether.
  • Cakram, senjata berputar dengan gerigi tajam, bernama "Sudarshana", dipegang oleh tangan kanan atas, melambangkan pikiran. Sudarshana berarti pandangan yang baik.
  • Gada yang bernama Komodaki, dipegang oleh tangan kiri bawah, melambangkan keberadaan individual.
  • Bunga lotus atau Padma, simbol kebebasan. Padma melambangkan kekuatan yang memunculkan alam semesta
 Lima Wujud Dewa Wisnu
 Dalam ajaran di asrama Waisnawa di India, Wisnu diasumsikan memiliki lima wujud, yaitu:
  • Para. Para merupakan wujud tertinggi dari Dewa Wisnu yang hanya bisa ditemui di Sri Waikunta, juga disebut Moksha, bersama dengan pasangannya — Dewi Lakshmi, Bhuma Dewi dan Nila Di sana Ia dikelilingi oleh roh-roh suci dan jiwa yang bebas.
  • Vyuha. Dalam wujud Vyuha, Dewa Wisnu terbagi menjadi empat wujud yang mengatur empat fungsi semesta yang berbeda, serta mengontrol segala aktivitas makhluk hidup.
  • Vibhava. Dalam wujud Vibhava, Wisnu diasumsikan memiliki penjelmaan yang berbeda-beda, atau lebih dikenal dengan sebutan Awatara, yang mana bertugas untuk membasmi kejahatan dan menegakkan keadilan di muka bumi.
  • Antaryami. Antaryami atau “Sukma Vasudeva” adalah wujud Dewa Wisnu yang berada pada setiap hati makhluk hidup.
  • Arcavatara. Arcavatara merupakan manifestasi Wisnu dalam imajinasi, yang digunakan oleh seseorang agar lebih mudah memujanya sebab pikirannya tidak mampu mencapai wujud Para, Vyuha, Vibhava, dan Antaryami dari Wisnu.
 Awatara
 Dalam Purana, Dewa Wisnu menjelma sebagai Awatara yang turun ke dunia untuk 
 menyelamatkan dunia dari kejahatan dan kehancuran. Wujud dari penjelmaan Wisnu tersebut
 beragam, hewan atau manusia. Awatara yang umum dikenal oleh umat Hindu berjumlah
 sepuluh yang disebut Dasa Awatara atau Maha Avatār.
 Sepuluh Awatara Wisnu:
  • Matsya (Sang ikan)
  • Kurma (Sang kura-kura)
  • Varaha (Sang Babi hutan)
  • Narasingha (Sang manusia-singa)
  • Vamana (Rama bersenjatakan beliung / Sang orang cebol)
  • Parasurama (Sang Brāhmana-Kshatriya)
  • Rama (Sang pangeran)
  • Kresna (Sang pengembala)
  • Buddha (Sang pemuka agama)
  • Kalki (Sang penghancur)
Di antara sepuluh awatara tersebut, sembilan di antaranya diyakini sudah menjelma dan pernah turun ke dunia oleh umat Hindu, sedangkan awatara terakhir (Kalki) masih menunggu hari lahirnya dan diyakini menjelma pada penghujung zaman Kali Yuga.
http://1.bp.blogspot.com/_8Zq1w8yKbc0/THdKh5nwToI/AAAAAAAAAAM/FQjMNs0Q_Mg/s400/Shiva_parvati01.jpg
DEWA SIWA DEWI DURGA DEWA GANESHA

Nama Lain: Jagatpati, Nilakantha, Paramêśwara, Rudra, Trinetra
Fungsi:        Penghancur / Pralina
Sakti:           Dewi Durga, Uma, dan Parwati
Senjata:       Trisula
Wahana:      Lembu Nandini
Simbol:        M
Warna:        Manca Warna

Karakteristik Dewa Siwa
Umat Hindu, khususnya umat Hindu di India, meyakini bahwa Dewa Siwa memiliki ciri-ciri yang sesuai dengan karakternya, yakni:
  • Bertangan empat, masing-masing membawa:
    trisula, cemara, tasbih/genitri, kendi
  • Bermata tiga (tri netra)
  • Pada hiasan kepalanya terdapat ardha chandra (bulan sabit)
  • Ikat pinggang dari kulit harimau
  • Hiasan di leher dari ular kobra
  • Kendaraannya lembu Nandini
Oleh umat Hindu Bali, Dewa Siwa dipuja di Pura Dalem, sebagai dewa yang mengembalikan manusia dan makhluk hidup lainnya ke unsurnya, menjadi Panca Maha Bhuta. Dalam pengider Dewata Nawa Sanga (Nawa Dewata), Dewa Siwa menempati arah tengah dengan warna panca warna. Ia bersenjata padma dan mengendarai lembu Nandini. Aksara sucinya I dan Ya. Ia dipuja di Pura Besakih.
Dalam tradisi Indonesia lainnya, kadangkala Dewa Siwa disebut dengan nama Batara Guru. Adya / Siwa / Pusat / Segala Warna (Cahaya) = peleburan kemanunggalan

Putra Dewa Siwa
 Menurut cerita-cerita keagamaan yang terdapat dalam kitab-kitab suci umat Hindu, Dewa Siwa memiliki putra-putra yang lahir dengan sengaja ataupun tidak disengaja. Beberapa putra Dewa Siwa tersebut yakni:
  1. Dewa Kumara (Kartikeya)
  2. Dewa Kala
  3. Dewa Ganesa

Kamis, 22 Maret 2012

KERAJAAN KUTAI

Kerajaan Kutai merupakan kerajaan tertua bercorak Hindu di Indonesia.
LEMBUSWANA

Letak Kerajaan Kutai tepatnya di hulu sungai Mahakam, Kalimantan




















YUPA
Sumber kerajaan Kutai , berasal dari tujuh buah yupa sebagai peningkatan kerajaan kutai.
Pendiri dinasti Kerajaan Kutai adalah Aswawarman yang diberi gelar Wangsakerta
Puncak keemasan Kerajaan Kutai adalah pada masa Mulawarman. Wilayah kekuasaannya meliputi hampir wilayah Kalimantan Timur pada masa kini.

Ekonomi : 
- Bertani di sawah dan di ladang ,
- Perdagangan
Sosial     : 
- Kehidupan masyarakatnya sudah teratur,
- Pada masyarakatnya, terdapat golongan Brahmana, Ksatria dan masyarakat umum.
Budaya dan Agama :
- Sudah dipengaruhi oleh kebudayaan India
- Golongan Istana, Brahmana dan Ksatria menganut agama Hindu
- Masyarakat umumnya masih menjalani adat istiadat dan kepercayaan asli mereka.

Kolom Sejarah 
Kerajaan tertua bercorak Hindu di Indonesia adalah kerajaan kutai. Kerajaan ini terletak di Kalimantan, terdapatnya di hulu Sungai Mahakam. Nama Kutai diambil dari nama tempat ditemukannya prasasti yang menggambarkan kerajaan tersebut. Nama Kutai diberikan oleh ahli karena tidak ada prasasti yang jelas menyebutkan nama kerajaan ini. Sumber sejarah yang menggambarkan pengaruh Hindu pada kerajaan ini berupa tujuh buah tiang batu seperti menhir berukuran kecil . Tiang batu tersebut disebut yupa. Diperkirakan yupa berasal dari abad ke 5-M. Pada masanya, yupa dipergunakan sebagai tempat mengikat hewan kurban yang akan dipersembahkan kepada para Dewa yang dipuja. Pada yupa, terdapat tulisan berhuruf palawa dan bahasa sansekerta. Huruf palawa  biasa digunakan oleh masyarakat India Selatan.

Selasa, 20 Maret 2012

Evaluasi Bab Hindu - Buddha

A. Pilih salah satu jawaban yang tepat

1. Bangsa yang datang ke kota Mohenjo - Daro dan Harappa yang mengembangkan agama Hindu adalah bangsa...
a. Mesopotamia
b. Mesir
c. Arab
d. Arya
e. Asia

2. Bangsa Arya datang ke Mohenjo - Daro dan Harappa melalui celah....
a. Kaiber
b. Petra
c. Munda
d. Yordania
e. Suriah

3. Gambaran mengenai kehidupan masyarakat Mohenjo - Daro dan Harappa tertulis dalam kitab....
a. Rigveda
b. Yajus veda
c. Arya veda
d. Sama veda
e. Atharva veda

4. Perkembangan kebudayaan Hindu pada awalnya terjadi di ...
a. Lembah sungai Nil
b. Lembah sungai Tigris
c. Lembah sungai Eufrat
d. Lembah sungai Indus
e. Lembah sungai Kuning

5. Pembagian Kasta di India berdasarkan pada....
a. Pembagian wilayah
b. Garis keturunan
c. Pembagian kerja
d. Aturan dalam kitab Veda
e. Aturan dari para Brahmana

6. Kasta yang bertugas mengurusi kehidupan keagamaan adalah kasta...
a. Sudra
b. Paria
c. Waisya
d. Ksatria
e. Brahmana

7. Kebudayaan Hindu merupakan perpaduan antara kebudayaan Arya dan kebudayaan....
a. Mesopotamia
b. Mesir
c. Dravida
d. Arab
e. Persia

8. Tanah milik bangsa Hindu disebut juga ....
a. Hindustan
b. Aryavarta
c. Dravida
d. Upanishad
e. Aranyakas

9. Arti dari kata "Buddha" adalah...
a. Seseorang yang telah mengerti
b. Seseorang yang telah mendapat pencerahan
c. Seseorang yang telah tersadarkan
d. Seseorang yang telah tahu
e. Seseorang yang berpengetahuan

10. Agama Buddha muncul sebagai ....
a. Hasil pola akulturasi masyarakat
b. Pelurus masyarakat yang telah hancur
c. Reaksi terhadap dominasi golongan Brahmana dalam ritual dan kepercayaan masyarakat India
d. Perwujudan Ilham dari seorang penguasa dalam tatanan masyarakat India
e. Tatanan nilai yang dinilai baik oleh masyarakat India

11. Kesempurnaan atau nirwana dalam agama Buddha dapat dicapai dengan...
a. Mengendalikan hawa nafsu dan egoisme
b. Semedi seumur hidup
c. Tidak makan dan minum
d. Berkorban
e. Melakukan pengembaraan

12. Dibawah ini tiga kumpulan tulisan Tripitaka adalah...
a. Sutta Pitaka, Vinaya Pitaka, Adhidarma Pitaka
b. Sutta Pitaka, Upanishad Pitaka, Prakrit Pitaka
c. Aranyakas Pitaka, Vinaga Pitaka, Atharua Pitaka
d. Rig Pitaka, Aranyakas Pitaka, Adhidarma Pitaka
e. Sutta Pitaka, Samsara Pitaka, Adhidarma Pitaka

13. Bagian dari Tripitaka yang merupakan kondifikasi aturan-aturan yang berkenaan dengan kehidupan pendeta adalah kitab....
a. Sutta Pitaka
b. Vinaya Pitaka
c. Abdidarma Pitaka
d. Upanishad
e. Aranyakas

14. Aliran dalam agama Buddha yang mengajarkan bahwa untuk mencapai nirwana setiap orang harus mengembangkan kebijaksaanaan dan sifat welas asih adalah aliran....
a. Hinayana
b. Udayana
c. Samsara
d. Mahayana
e. Prakrit

15. Agama Buddha mencapai kejayaannya pada masa pemerintahan
a. Chandagupta 1
b. Samudragupta
c. Ashoka
d. Asoka Gupta
e. Maurya

16. Pengaruh Hindu - Buddha di Indonesia dibawa dan disebarkan oleh para pedagang India. Teori ini dikenal dengan teori...
a. Brahmana
b. Ksatria
c. Waisya
d. Sudra
e. Paria

17. Bukti dipengaruhinya Nusantara oleh kebudayaan Hindu - Buddha adalah....
a. Digunakannya huruf Palawa di bahasa Sansekerta
b. Digunakannya huruf Palawa di bahasa India
c. Dibangunnya pusat-pusat perdagangan
d. Tumbuhnya kota-kota baru
e. Adanya sistem kasta

18. Kitab Negarakertagama adalah karangan...
a. Mpu Sendok
b. Mpu Panuluh
c. Mpu Kanwa
d. Mpu Dharmaja
e. Mpu Prapanca

19. Pengaruh Hindu - Buddha pada bidang pendidikan adalah...
a. Teknik pembangunan candi
b. Penggunaan huruf Palawa dan bahasa Sansekerta
c. Adanya perubahan pada sistem sosial
d. Banyak yang menjadi biksu
e. Pembangunan candi sebagai tempat pemujaan

20. Ciri khas bangunan asli Indonesia yang telah dipengaruhi Hindu-Buddha adalah...
a. Bentuk punden berundak
b. Pemahatan relief
c. Cerita dalam relief
d. Bentuk puncak candi
e. Perwujudan arca


B.Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan tepat !

1. Jelaskan latar belakang perkembangan agama Hindu dan Buddha di Indonesia !
2. Sebutkan beberapa perbedaan antara agama Hindu dan Buddha!
3. Apakah yang dimaksud dengan samsara?
4. Apa faktor-faktor yang melatarbelakangi mudahnya proses akulturasi budaya Hindu-Buddha dan budaya Indonesia?
5. Mengapa seni arsitektur Indonesia mudah menerima pengaruh seni arsitektur Hindu-Buddha?
6. Jelaskan pokok ajaran agama Buddha aliran Hinayana dan aliran Mahayana?
7. Mengapa agama Hindu-Buddha relatif mudah masuk ke Indonesia?
8. Jelaskan pengaruh kebudayaan Hindu-Buddha terhadap masyarakat Indonesia?
9. Bagaimana sistem dan struktur sosial pada masa kerajaan Hindu-Buddha?
10. Uraikan mengenai pengaruh budaya Hindu-Buddha di Indonesia pada bidang pendidikan?

Kamis, 15 Maret 2012

TRADISI HINDU - BUDDHA DI INDONESIA

Fakta Proses Interaksi Masyarakat Indonesia dengan Tradisi Hindu - Buddha

Masuknya agama dan kebudayaan Hindu - Buddha mempengaruhi berbagai segi kehidupan masyarakat Indonesia, diantaranya
1. Bidang Teknologi
2. Bidang Sosial
3. Bidang Politik , dan
4. Kepercayaan

1.Bidang Teknologi
Masuknya agama dan budaya Hindu - Buddha ke Indonesia juga turut mempengaruhi kecakapan masyarakat Indonesia dalam bidang pertanian. Pengelolaan sistem irigasi yang baik mulai diperkenalkan. Misalnya, terlihat dari relief candi-candi yang menggambarkan teknologi irigasi di zaman Kerajaan Majapahit.  Juga dalam bidang arsitektur di Indonesia. Bangunan candi merupakan hasil karya ahli-ahli bangunan agama Hindu-Buddha yang memiliki nilai budaya yang sangat tinggi. Contohnya : Candi Prambanan, dan Candi Borobudur.
PUNDEN BERUNDAK
Salah satu peninggalan dari agama Buddha-Hindu di Indonesia adalah bangunan candi. Bangunan candi yang memiliki ciri unik, salah satunya adalah Borobudur.
Bangunan ini berupa Punden Berundak , yang menjadi ciri khas bangunan megalitikum di Indonesia pada zaman prasejarah. Pada bangunannya, tidak terdapat ruang utama yang menjadi pusat kegiatan.
Setiap bagian Candi Borobudur menjadi penting karena menceritakan kisah tentang perjalanan manusia di dunia hingga mencapai nirwana.



2. Bidang Pendidikan
Dengan masuknya agama Hindu-Buddha, sebagian masyarakat Indonesia mulai mengenal budaya baca dan tulis. Bahasa Sansekerta dan huruf Pallawa yang digunakan dalam kehidupan sebagian masyarakat Indonesia
Dalam bidang pendidikan diterapkan pula sistem pendidikan berasrama (ashram) dan sekolah-sekolah (pasraman), khusus untuk mempelajari agama Hindu-Buddha.




Sejumlah sastrawan pada masa kerajaan Hindu-Buddha yang menghasilkan karya-karya sastra bermutu tinggi tersebut, antara lain 

1. Empu Sedah dan Mpu Panuluh (Bharatayudha)








2. Mpu Kanwa (Arjuna Wiwaha)











3. Mpu Dharmaja (Smaradhana)

4. Mpu Prapanca (Negarakertagama)
Dalam Negarakertagama, ia diperkirakan bernama Pancakarsa. Sebelum menjadi pendeta Buddha, ia bernama Winada. Prapanca hidup pada masa Jayanegara sampai Hayam Wuruk.
Ayahnya bernama Samenaku, seorang pendeta yang menjabat sebagai Dharmadyaksa Ring Kasogotasan, sebuah jabatan yang di warisi oleh Prapanca.
Tulisannya yang terkenal adalah 'Negarakertagama' tahun 1365. Kitab ini ditemukan di daerah Lombok. Menurut Krom, ini adalah penemuan penting sebagai sumber sejarah Majapahit.
Tanggapan Prapanca serta cara-cara menyusun bahan-bahan sejarah tidak jauh berbeda dengan penulis kitab lainnya.






5. Mpu Tantular (Sutasoma)











3. Bidang Sosial dan Pemerintahan
Dalam bidang sosial dan pemerintahan, pengaruh Hindu-Buddha mendorong terbentuknya kerajaan-kerajaan di Indonesia yang dipimpin oleh raja yang berkuasa secara turun-temurun.

4. Kepercayaan
Masuknya agama Hindu-Buddha mendorong masyarakat Indonesia mulai menganut agama Hindu atau Buddha. Meskipun begitu, masyarakat Indonesia tidak meninggalkan kepercayaan aslinya, seperti pemujaan terhadap arwah nenek moyang.

Selasa, 13 Maret 2012

TEORI MASUK DAN BERKEMBANGNYA AGAMA SERTA KEBUDAYAAN HINDU - BUDDHA KE INDONESIA






Proses masuknya pengaruh India ke Indonesia diperkirakan terjadi sejak abad pertama Masehi. Tentang proses ini , terdapat beberapa pendapat yang saling bertolak belakang dari para ahli sejarah.

Ada pendapat yang menganggap bahwa bangsa Indonesia bersikap pasif dan hanya menerima saja pengarruh budaya yang datang dari India.



Menurut para ahli sejarah yang mendukung pendapat ini, pengaruh budaya India yang masuk ke Indonesia melalui kolonisasi, baik secara langsung maupun tidak langsung dari bangsa India. Para ahli sejarah kemudian mengajukan tiga teori yang menjelaskan bagaimana bangsa India memperkenalkan kebudayaannya kepada Bangsa Indonesia.
Teori-teori tersebut adalah sebagai berikut :

a. Teori Brahmana (J.C.Van Leur)
Menurut teori ini Brahmana India datang ke Indonesia atas undangan para kepala suku setempat. Kaum Brahmana inilah yang menyebarluaskan ajaran agama dan budaya di Indonesia. Budaya yang mereka perkenalkan adalah budaya golongan Brahmana.






b. Teori Ksatria (F.D.K. Bosch)
Menurut teori ini, raja-raja India datang menyerang dan mengalahkan suku-suku di Indonesia.









c. Teori Waisya (N.J.Krom)
Menurut teori ini, pengaruh Hindu - Buddha dibawa dan disebarkan oleh para pedagang India yang singgah di kota-kota Indonesia. Tidak hanya itu, para pedagang India juga berasimilasi dengan penduduk setempat.







Dari ketiga teori tersebut , teori Brahmana memiliki dasar penjelasan paling kuat (J.C Van Leur). Hal ini didasarkan pada fakta-fakta bahwa kekuasaan terbesar dalam agama Hindu dipegang oleh kaum Brahmana.
Kitab Veda hanya boleh dibaca dan diajarkan oleh kaum Brahmana. Kasta lain tidak mungkin dapat menyebarkan ajaran agama Hindu. Tulisan dalam prasasti dan bangunan dalam keagamaan Hindu yang ditemukan di Indonesia berasal dari bahasa Sansekerta yang hanya digunakan oleh kaum Brahmana dalam kitab-kitab Veda dan upacara keagamaan.Oleh karena itu, penyebarluasan  agama Hindu tidak mungkin dilakukan oleh kaum Waisya yang menjadi pedagang.


Proses masuknya agama Buddha ke Indonesia ada yang melalui pendeta agama Buddha (Bikhsu). Para bikhsu itu pergi ke seluruh dunia melalui jalur perdagangan. Dengan tekun para pendeta mengajarkan agama Buddha. Terbentuklah komunitas agama Buddha di berbagai macam daerah. Akhirnya para bikhsu dari India dan dari berbagai macam wilayah saling mengunjungi. Dengan ini, tumbuh seni agama Buddha di Indonesia dan daerah-daerah di Asia Tenggara.
Agama Buddha berbeda dengan agama Hindu. Para Bikhsu agama Buddha diharuskan menyebarkan agama Buddha. Sementara itu, para Brahmana agama Hindu tidak wajib menyebarkan agama Hindu. Agama Hindu pada dasarnya bukanlah agama untuk umum.
Pandangan agama tersebut hanya mungkin dilakukan oleh golongan Brahmana. Para Brahmana diundang oleh raja-raja Indonesia. Mereka menjadi tokoh terhormat dan berpengaruh di kerajaan. Pengaruh mereka ini akhirnya menyebar ke kalangan yang lebih luas.