Kamis, 15 Maret 2012

TRADISI HINDU - BUDDHA DI INDONESIA

Fakta Proses Interaksi Masyarakat Indonesia dengan Tradisi Hindu - Buddha

Masuknya agama dan kebudayaan Hindu - Buddha mempengaruhi berbagai segi kehidupan masyarakat Indonesia, diantaranya
1. Bidang Teknologi
2. Bidang Sosial
3. Bidang Politik , dan
4. Kepercayaan

1.Bidang Teknologi
Masuknya agama dan budaya Hindu - Buddha ke Indonesia juga turut mempengaruhi kecakapan masyarakat Indonesia dalam bidang pertanian. Pengelolaan sistem irigasi yang baik mulai diperkenalkan. Misalnya, terlihat dari relief candi-candi yang menggambarkan teknologi irigasi di zaman Kerajaan Majapahit.  Juga dalam bidang arsitektur di Indonesia. Bangunan candi merupakan hasil karya ahli-ahli bangunan agama Hindu-Buddha yang memiliki nilai budaya yang sangat tinggi. Contohnya : Candi Prambanan, dan Candi Borobudur.
PUNDEN BERUNDAK
Salah satu peninggalan dari agama Buddha-Hindu di Indonesia adalah bangunan candi. Bangunan candi yang memiliki ciri unik, salah satunya adalah Borobudur.
Bangunan ini berupa Punden Berundak , yang menjadi ciri khas bangunan megalitikum di Indonesia pada zaman prasejarah. Pada bangunannya, tidak terdapat ruang utama yang menjadi pusat kegiatan.
Setiap bagian Candi Borobudur menjadi penting karena menceritakan kisah tentang perjalanan manusia di dunia hingga mencapai nirwana.



2. Bidang Pendidikan
Dengan masuknya agama Hindu-Buddha, sebagian masyarakat Indonesia mulai mengenal budaya baca dan tulis. Bahasa Sansekerta dan huruf Pallawa yang digunakan dalam kehidupan sebagian masyarakat Indonesia
Dalam bidang pendidikan diterapkan pula sistem pendidikan berasrama (ashram) dan sekolah-sekolah (pasraman), khusus untuk mempelajari agama Hindu-Buddha.




Sejumlah sastrawan pada masa kerajaan Hindu-Buddha yang menghasilkan karya-karya sastra bermutu tinggi tersebut, antara lain 

1. Empu Sedah dan Mpu Panuluh (Bharatayudha)








2. Mpu Kanwa (Arjuna Wiwaha)











3. Mpu Dharmaja (Smaradhana)

4. Mpu Prapanca (Negarakertagama)
Dalam Negarakertagama, ia diperkirakan bernama Pancakarsa. Sebelum menjadi pendeta Buddha, ia bernama Winada. Prapanca hidup pada masa Jayanegara sampai Hayam Wuruk.
Ayahnya bernama Samenaku, seorang pendeta yang menjabat sebagai Dharmadyaksa Ring Kasogotasan, sebuah jabatan yang di warisi oleh Prapanca.
Tulisannya yang terkenal adalah 'Negarakertagama' tahun 1365. Kitab ini ditemukan di daerah Lombok. Menurut Krom, ini adalah penemuan penting sebagai sumber sejarah Majapahit.
Tanggapan Prapanca serta cara-cara menyusun bahan-bahan sejarah tidak jauh berbeda dengan penulis kitab lainnya.






5. Mpu Tantular (Sutasoma)











3. Bidang Sosial dan Pemerintahan
Dalam bidang sosial dan pemerintahan, pengaruh Hindu-Buddha mendorong terbentuknya kerajaan-kerajaan di Indonesia yang dipimpin oleh raja yang berkuasa secara turun-temurun.

4. Kepercayaan
Masuknya agama Hindu-Buddha mendorong masyarakat Indonesia mulai menganut agama Hindu atau Buddha. Meskipun begitu, masyarakat Indonesia tidak meninggalkan kepercayaan aslinya, seperti pemujaan terhadap arwah nenek moyang.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar